Jumat, 19 Agustus 2016

Penyerahan Hadiah lomba di sekolah

Kamis, 04 Agustus 2016

Permendikbud no. 53 tahun 2015 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik

Selasa, 02 Agustus 2016

ANTARA MOODLE, EDMODO DAN SCHOOLOGY (KELAS ONLINE)

Saat ini telah banyak guru yang memanfaatkan system pembelajaran online di sekolah. Banyak pula platform / sistem pembelajaran online yang ditawarkan dan bisa kita pilih, seperti yang saat ini sedang populer, Moodle danEdmodo.
Namun, menggunakan media pembelajaran adalah masalah kenyamanan. Sebuah sistem, meskipun menurut banyak orang enak untuk digunakan, tapi belum tentu nyaman digunakan oleh orang lain. Semua tergantung fasilitas yang disediakan dan kebutuhan user terhadap sistem itu.
Ueforia penggunaan Platform Edmodo sebagai kolaborasi pembelajaran online akhir-akhir ini, mau tidak mau menyeret saya untuk masuk dan mempelajari platform yang sedang digandrungi banyak guru ini.
Selanjutnya saya mencoba untuk membandingkan fitur Edmodo dengan fitur yang ada pada Moodle (platform yang selama ini saya gunakan), dan mencari kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
EDMODO
Edmodo, diciptakan menggunakan konsep social networking, yang mengacu pada jejaring sosial Facebook, sehingga sistem ini memiliki fitur yang mirip dengan Facebook. Bahkan banyak yang bilang Edmodo adalah Facebook-nya sekolah, karena selain untuk media jejaring sosial/kolaborasi diantara penggunanya, Edmodo juga mendukung proses pembelajaran online.
Dalam mendukung proses pembelajaran, Edmodo dilengkapi dengan beberapa aktivitas pembelajaran, seperti Quiz, Assignment dan Poll. Sedangkan untuk Resources (bahan ajar), Edmodo mendukung bahan ajar berupa File dan Link (URL/Embed media).
Dalam hal ini Edmodo memang tidak menawarkan banyak activity dan resource yang beragam layaknya pada Moodle.
Sebagai Media Kolaborasi, Edmodo membagi Group/kelas/komunitas pembelajaran dengan menggunakan kode tertentu, dimana setiap user bisa bergabung dengan menggunakan kode akses tersebut. Edmodo juga memberi hak akses orang tua (parent) dan siswa (student) atas sebuah kelas/course. Hal ini memberi kesempatan kepada orang tua untuk memantau perkembangan anaknya pada group/course tertentu.
Note : penggunaan istilah course (mata pelajaran) dan group/kelas pada Edmodo tidak dibedakan. Jadi kelas/group sama dengan mata pelajaran/course.
Selain itu, Edmodo juga menyediakan subdomain yang bisa digunakan untuk membuat subdomain sekolah/daerah (school/district) dimana kita bernaung/tinggal.
Bagi anda yang biasa menggunakan perangkat mobile, Edmodo juga bisa diakses melalui mobile device, seperti ipaddan iphone, karena Edmodo menyediakanApps yang bisa anda download dan gunakan secara gratis. Tampilan Edmodo versi mobile seperti terlihat di samping.
Perlu diketahui bahwa semua data kita yang tersimpan di Edmodo, tersimpan pada server Edmodo yang berada di San Francisco.
Sepanjang pengalaman saya menggunakan Edmodo, salah satu kelemahan Edmodo, adalah server Edmodo yang sering mengalami down ketika banyak user yang mengaksesnya. Sehingga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita perlu melakukan backup data-data (resource) secara teratur.
MOODLE
Moodle, dari segi banyak hal, sistem ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Edmodo, terutama dalam hal Administrative tools-nya.
Seperti yang kita tahu, bahwa Moodle memang sengaja diciptakan untuk sistem managemen pembelajaran (Learning management system) secaraMurni. Sehingga apapun yang terkait dengan proses, media dan administrasi pembelajaran, akan difasilitasi oleh sistem ini.
Moodle memiliki beragam Activity dan Resource yang bisa anda gunakan seperti yang terlihat berikut :
Selain itu, Moodle juga memiliki banyak plugin dan module yang bisa kita kembangkan sesuai dengan kebutuhan, seperti module kehadiranchatting,video conference dengan big blue button, sampai cetak sertifikat ketuntasan. Anda bisa mengeksplore Module platform Moodle ini di sini.
Keistimewaan lain dari Moodle adalah sifatnya yang open source. Hal ini memungkinkan kita untuk mengembangkan program/script yang sudah ada, untuk disesuaikan dengan kebutuhan kita.
Moodle selain bisa diakses secara online menggunakan self-hosted ataufree hosting (mdl2.com), juga bisa diakses melalui jaringan lokal (intranet) dari server sekolah secara offline, sehingga untuk mengaksesnya tidak tergantung pada koneksi internet. Hal ini akan memudahkan kita mengelola data-data kita.
Sepanjang pengalaman saya menggunakan Moodle, Moodle memfasilitasi hampir semua kebutuhan kita terhadap semua proses pembelajaran baikactivityresource maupun assessment.
SCHOOLOGY
Mungkin di Indonesia belum banyak yang mengenal Platform ini.
Schoology memiliki konsep yang sama dengan Edmodo (LMS + Social Networking), dan mendukung hampir semua fasilitas yang didukung olehEdmodo. Bahkan Schoology memiliki beberapa fasilitas lain yang tidak didukung oleh Edmodo, bahkan oleh Moodle. Penasaran ?? Lanjutkan dulu bacanya…. ðŸ˜€
Schoology memiliki fitur yang nyaris sama dengan facebook, melebihi kemiripan Edmodo terhadap facebook. Perhatikan baik-baik screenshot berikut :
Ya… Jika anda pengguna Facebook/Edmodo/Moodle, anda tidak akan mengalami kesulitan ketika menjelajahi fitur Schoology (lihat gambar di atas). Meski tidak memiliki warna yang sama dengan facebook, namun fiturnya sangat mirip dengan fitur facebook yang biasa kita gunakan.
Schoology juga menggunakan istilah-istilah yang biasa kita digunakan pada Facebook, Moodle dan Edmodo, seperti Recent Activity, Messeges, Course, Resource, Groups, Assignment, Attendance dan seterusnya.
Jika pada Edmodo anda mengenal Library, maka pada Schoology, Libraryserupa dengan My Resources. Berikut tampilannya:
Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Schoology menyediakan lebih banyak pilihan Resources dari pada yang disediakan oleh Edmodo. Schoology juga bisa menampung jenis soal (question bank) yang akan kita gunakan pada Quiz.
Kelebihan lain Schoology dari Edmodo adalah tersedianya fasilitasAttandance /absensi, yang digunakan untuk mengecek kehadiran siswa, dan juga fasilitas Analityc (tidak disupport oleh Moodle) untuk melihat semua aktivitas siswa pada setiap course, assignment, discussion dan aktivitas lain yang kita siapkan untuk siswa.
Melalui fitur analytic ini, kita juga bisa melihat di mana saja atau pada aktivitas apa saja seorang siswa biasa menghabiskan waktu mereka ketika dia login.
Oh ya, sama halnya dengan Edmodo, pada Schoology kita bisa melakukan pengaturan/moderasi terhadap user yang ingin gabung pada group/kelas kita, pada status Access Group sebagai Invite Only, Allow Requestsataupun Open. Yah..persis seperti facebook!!
Kita juga bisa memfilter postingan2 siswa pada sebuah course sebelum postingan dipublish. Jadi siswa tidak bisa seenaknya update status pada course-nya.
Note : Pada schoology, istilah course (mata pelajaran) dan group adalah berbeda (mirip dengan Moodle).
Selain posting (update status), Schoology juga menyediakan fasilitas Blog(Mirip dengan Moodle) untuk memfasilitasi user yang ingin melakukan posting blog pada account Schoology-nya.
Jika pada Edmodo tidak ada fasilitas secara khusus untuk berkirim surat/message dan hanya melalui direct post, maka pada Schoology, anda bisa berkirim surat kemanapun melalui fasilitas Messages yang tersedia.
Anda juga TIDAK HANYA bisa mengupdate status Schoology untukcourse atau group anda saja, melainkan anda juga bisa mengintegrasikan (sharing) postingan anda ke account Facebook atau Twitter anda. Hm.. jempol 2 deh!!
Seperti halnya Edmodo dan Moodle, Schoology juga menyediakan fasilitas untuk mengelola nilai (grade) hasil quiz atau aktivitas lain, viaGradebook.
Schoology juga bisa diakses melalui mobile device, dengan menginstallSchoology Apps, yang bisa anda download dan gunakan secara gratis (saya juga sudah coba download Apps- nya dan saya instal di Android… hmm…mantaf! )
Terus terang, saat pertama kali mencoba sistem ini saya langsung suka ðŸ˜€!! Kalau anda juga tertarik, silahkan langsung Register di sini, dan rasakan sensasinya ðŸ˜›
Jadi berikut kesimpulan dari perbandingan ketiga platform di atas :
Nah, sekarang semua saya serahkan pada anda, mana yang menurut anda platform paling nyaman anda gunakan………

Sumber : http://amiroh.web.id

Minggu, 26 Juni 2016

Tata Cara Pendaftaran PPDB 2016

1. Pendaftaran dilaksanakan secara perorangan atau kolektif, pendaftar datang sendiri atau bersama-sama di tempat pendaftaran dan mengambil formulir pendaftaran yang telah disiapkan Panitia Pendaftaran di Loket 1.
2. Pendaftar mengisi Formulir Pendaftaran yang diketahui Orang Tua atau Wali Peserta Didik. 
3. Pendaftar menyerahkan : 
a. Formulir Pendaftaran yang telah diisi lengkap
b. Raport Asli
c. SKHUS SD/MI atau fotocopy Daftar Kolektif Hasil Ujian Sekolah (DKHUS) yang telah dilegalisir.
d. Fotocopy Akte Kelahiran
e. Fotocopy NISN
f. Piagam penghargaan prestasi Akademik dan bakat prestasi dibidang Olahraga atau Seni secara perorangan baik ditingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional untuk juara I, II dan III (bagi yang memiliki) asli, dan fotocopy dilegalisir oleh Kepala Dinas.
g. Rekomendasi dari Dinas Pendidikan setempat dan mengetahui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nganjuk, bagi peserta dari luar Kabupaten Nganjuk
4. Pendaftaran dibuka tanggal 27, 28, 29 Juni 2016, mulai pukul 07.00 s.d 12.00 WIB
5. Semua berkas pada butir 3 a s.d g dimasukkan pada stofmap, untuk Putra warna Merah, Putri warna Biru  dan untuk luar kabupaten warna kuning.
6. Seleksi dan Pengolahan Peserta Didik yang diterima di UPTD SMP Negeri 4 Kertosono tanggal 30 Juni s.d 1 Juli 2016.
7. Pengumuman Calon Peserta Didik yang dinyatakan diterima di UPTD SMP Negeri 4 Kertosono tanggal 2 Juli 2016.
8. Daftar Ulang bagi Calon Peserta Didik yang diterima adalah tanggal 14, 15 Juli 2016.
9. Pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) tanggal 18 s.d 20 Juli 2016

10. Tahun Pelajaran Baru dimulai hari Senin, 18 Juli 2016

Rabu, 06 April 2016

TATA TERTIB PENGAWAS UN 2016

Pengawas masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan
untuk melakukan secara berurutan:
a.      memeriksa kesiapan ruang ujian;
b.      b. mempersilakan peserta UN untuk memasuki ruang dengan menunjukkan         kartu peserta UN dan meletakkan tas di bagian depan ruang ujian, serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
c.      memeriksa dan memastikan setiap peserta UN hanya membawa pensil, penghapus, peraut, dan penggaris yang akan dipergunakan ke tempat duduk masing-masing;
d.      memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup rapat (tersegel), membuka amplop tersebut disaksikan oleh peserta ujian;
e.      membacakan tata tertib peserta UN;
f.        membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik);
g.      kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan;
h.      memberikan kesempatan kepada peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal;
i.        mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia pada LJUN dan naskah soal;
j.         mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUN secara benar;
k.      memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta;
l.         mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah, secara hati-hati agar tidak rusak;
m.    memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir;
n.      mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal;
o.      memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur;
p.      mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal;
q.      Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib:
1)     menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2)     memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan;
3)     melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang UN selain peserta ujian;
4)     menaati larangan berikut: DILARANG merokok di ruang ujian, mengobrol, membaca, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan;
r.        Lima (5) menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit;
s.      Setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN:
1)     mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal;
2)     mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal dan LJUN di atas meja dengan rapi;
3)     mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN;
4)     menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN; bila sudah lengkap mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian;
5)     menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta, satu lembar berita acara pelaksanaan, kemudian DITUTUP, DILEM/DILAK serta DITANDATANGANI oleh pengawas ruang UN DI DALAM RUANG UJIAN;
6)     menyusun naskah soal secara urut dari nomor peserta terkecil termasuk naskah cadangan yang tidak digunakan dan memasukkannya ke dalam amplop naskah soal; serta me-lem amplop naskah tersebut dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah;
7)     menyerahkan amplop LJUN yang sudah dilem dan ditandatangani, dan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan membubuhi stempel Satuan Pendidikan pada amplop pengembalian LJUN tersebut;
8)       menyerahkan naskah soal UN yang sudah dipakai, sudah di-lem, dan sudah dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan untuk disimpan di tempat yang aman.


Tata Tertib Peserta UN 2016

Tata Tertib Peserta UN

Peserta UN :
1.      memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum UN dimulai;
2.      yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat izin dari Ketua Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan, tanpa diberi perpanjangan waktu;
3.      dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan;
4.      tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di dalam ruang kelas di bagian depan;
5.      membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, karet penghapus, peraut, penggaris, dan kartu tanda peserta ujian;
6.      mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan;
7.      mengisi identitas pada halaman pertama butir naskah soal dan identitas pada LJUN secara lengkap dan benar serta menyalin pernyataan “Saya mengerjakan UN dengan jujur” dan menandatanganinya;
8.      yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu;
9.      diberi kesempatan untuk mengecek ketepatan antara cover naskah dan isi naskah serta mengecek kelengkapan soal, mulai dari kelengkapan halaman soal sampai kelengkapan nomor soal;
10. yang memperoleh naskah soal/LJUN cacat, rusak, atau LJUN terlipat, maka naskah soal beserta LJUN-nya tersebut diganti dengan naskah soal cadangan yang terdapat di ruang tersebut atau di ruang lain;
11. yang tidak memperoleh naskah soal/LJUN karena kekurangan naskah/LJUN, maka peserta yang bersangkutan diberikan naskah soal/LJUN cadangan yang terdapat di ruang lain atau sekolah/madrasah yang terdekat;
12. memisahkan LJUN dari naskah soal secara hati-hati;
13. mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian;
14. Selama UN berlangsung, hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang UN;
15. yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait;
16. yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian;
17. berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian;
18. selama UN berlangsung, dilarang:
  1. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
  2. bekerjasama dengan peserta lain;
  3. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
  4. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
  5. membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
  6. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.


Kamis, 31 Maret 2016

Cara Mencetak Email

Cara Mencetak Email
1. Buka Email
2. Klik inbox (surat masuk)
3. cari email yang bertuliskan balasan email ujian praktek



4. klik unduh yang ada gambar anak panah ke bawah 


5. Kalau muncul gambar seperti ini klik OPEN kemudian OK


6. Setelah itu akan muncul


7. baru ketik nama, kelas, no. absen
8. Kemudian File - Print (atau office button - print)

 
Powered by Blogger